Bahlil Soroti Lemahnya Perbankan Nasional dalam Dukung Pembiayaan Hilirisasi Industri

Bahlil
Bahlil Soroti Lemahnya Perbankan Nasional dalam Dukung Pembiayaan Hilirisasi Industri. (Foto: detikcom)

BOGORTODAY.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyoroti minimnya peran perbankan nasional dalam mendukung pembiayaan proyek hilirisasi industri di Indonesia.

Akibatnya, banyak proyek hilirisasi strategis justru dibiayai lembaga keuangan asing, yang kemudian memunculkan kritik bahwa hasil hilirisasi lebih banyak dinikmati oleh pihak luar negeri.

“Dulu kan nggak ada perbankan nasional kita yang membiayai secara baik. Mohon maaf ya, saya memberikan masukan sedikit para ekonom ya. Coba cek di tahun 2022, mana perbankan kita yang membiayai hilirisasi. Setelah itu para ekonom mengatakan hilirisasi itu hanya bertumpu pada asing. Ya mau bagaimana, yang kasih kredit saja dari luar,” ujar Bahlil dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Selasa (28/10/2025).

BACA JUGA :  Kemensos Akui Sekolah Rakyat Masih Kekurangan Guru dan Asrama

Dorong Pembiayaan Dalam Negeri Lewat Danantara

Dengan kondisi tersebut, Bahlil menekankan pentingnya peran lembaga pembiayaan nasional untuk mendukung proyek hilirisasi agar nilai tambah dapat dirasakan langsung di dalam negeri.

“Alhamdulillah Pak Presiden Prabowo mempunyai komitmen untuk membangun Danantara, dan sekarang semuanya dibiayai oleh Danantara,” kata Bahlil.

BACA JUGA :  Argentina di Piala Dunia 2026: Kandidat Kuat Pertahankan Gelar Juara

Ia menambahkan, saat ini sudah ada 18 dokumen pra-feasibility study (pra-FS) proyek hilirisasi yang diserahkan ke Danantara untuk ditindaklanjuti.

“Jadi itu sudah mulai jalan. Pra-FS-nya sudah selesai, sekarang FS sudah diputus di atas, tinggal eksekusi. Dan sekitar 75 persen dari proyek itu berasal dari sektor ESDM,” ungkapnya.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================