Bahlil Soroti Lemahnya Perbankan Nasional dalam Dukung Pembiayaan Hilirisasi Industri

Proyek Hilirisasi Bernilai Rp618 Triliun

Sebelumnya, pada Juli 2025 lalu, Bahlil telah menyerahkan dokumen pra-studi kelayakan proyek prioritas hilirisasi dan ketahanan energi nasional kepada CEO Danantara, Rosan Roeslani, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat.

Dokumen tersebut mencakup 18 proyek hilirisasi dengan nilai investasi mencapai Rp618,13 triliun atau sekitar US$ 38,63 miliar.

“18 proyek itu sudah siap pra-FS. Ini di luar ekosistem baterai mobil,” jelas Bahlil.

BACA JUGA :  Polisi Selidiki Teror Pocong di Cibinong Bogor

Proyek-proyek tersebut mencakup berbagai sektor strategis, antara lain:

  • Delapan proyek hilirisasi mineral dan batu bara (minerba),
  • Tiga proyek hilirisasi pertanian,
  • Tiga proyek hilirisasi kelautan dan perikanan,
  • Dua proyek transisi energi, serta
  • Dua proyek ketahanan energi nasional.

Bangun Kemandirian Ekonomi Melalui Hilirisasi

Bahlil menilai, hilirisasi merupakan kunci kemandirian ekonomi Indonesia. Ia menegaskan bahwa pembiayaan domestik sangat penting agar hasil dari industrialisasi tidak lagi bergantung pada investasi asing.

BACA JUGA :  Kesehatan Pencernaan Anak Tak Boleh Diabaikan, Ini Tanda Saluran Cerna yang Sehat

“Kalau semua pembiayaan masih dari luar, ya hasilnya juga akan keluar. Kita ingin memastikan nilai tambah dari sumber daya alam Indonesia benar-benar dirasakan rakyat kita sendiri,” ujarnya.

Dengan adanya dukungan Danantara dan arahan langsung dari Presiden Prabowo, Bahlil optimistis fase baru hilirisasi Indonesia akan mampu menciptakan lapangan kerja besar-besaran, meningkatkan penerimaan negara, serta memperkuat fondasi ekonomi nasional berbasis industri dalam negeri.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================