Keistimewaan Waktu Antara Maghrib dan Isya dalam Islam

Teladan Rasulullah SAW

Dalam riwayat lain, Imam Ahmad meriwayatkan dalam Musnad-nya dari Hudzaifah RA, ia berkata:

جِئْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَصَلَّيْتُ مَعَهُ الْمَغْرِبَ، فَلَمَّا قَضَى الصَّلَاةَ قَامَ يُصَلِّي، فَلَمْ يَزَلْ يُصَلِّي حَتَّى صَلَّى الْعِشَاءَ

Artinya:
“Aku mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan sholat Maghrib bersamanya. Setelah selesai sholat, beliau berdiri untuk sholat dan terus sholat hingga masuk waktu Isya.”
(HR. Ahmad, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Irwaul Ghalil)

Hadis ini menegaskan bahwa Rasulullah SAW sendiri mencontohkan pengisian waktu antara Maghrib dan Isya dengan ibadah salat.

Sholat Sunnah Antara Maghrib dan Isya (Sholat Awwabin)

BACA JUGA :  Doa Melepas Pakaian dalam Islam: Amalan Sederhana dengan Banyak Keutamaan

Dalam buku 33 Macam Jenis Shalat Sunnah karya Muhammad Ajib, Lc., MA, disebutkan bahwa terdapat sholat sunnah yang dikerjakan antara Maghrib dan Isya, yang dikenal dengan sholat sunnah awwabin. Para ulama berbeda pendapat mengenai jumlah rakaat sholat ini.

Imam Asy-Syirbini, ulama mazhab Syafi’i, menyebutkan dalam kitab Mughni al-Muhtaj bahwa sholat awwabin terdiri dari enam rakaat:

“Shalat awwabin disebut juga shalat ghaflah (shalat yang sering dilalaikan), karena banyak orang lalai darinya disebabkan makan malam, tidur, dan lainnya. Shalat awwabin adalah enam rakaat antara Maghrib dan Isya. Barang siapa mengerjakannya, dicatat baginya pahala ibadah selama dua belas tahun.”

BACA JUGA :  Puasa Muharram 2026: Jadwal, Niat, dan Keutamaannya

Sementara itu, Imam Ar-Ramli dalam kitab Nihayat al-Muhtaj berpendapat bahwa sholat awwabin dapat dikerjakan sebanyak dua hingga dua puluh rakaat. Ia menyebutkan bahwa enam rakaat, empat rakaat, atau dua rakaat merupakan jumlah minimal yang diriwayatkan.

Waktu antara Maghrib dan Isya merupakan salah satu waktu yang sangat dianjurkan untuk diisi dengan ibadah dan amal kebaikan.

Baik melalui salat sunnah, membaca Al-Qur’an, berzikir, maupun berdoa, seluruhnya menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. Menghidupkan waktu ini berarti meneladani amalan Rasulullah SAW dan para sahabatnya.

Wallahu a‘lam bish-shawab.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================