Overhidrasi dapat memicu gangguan pada keseimbangan elektrolit tubuh, terutama natrium. Akibatnya, muncul gejala seperti:
- Jalan kaki tidak stabil atau kehilangan koordinasi
- Lebih sering jatuh
- Pusing
- Kebingungan
- Tubuh terasa lesu
- Mual dan muntah
Jika gejala tersebut muncul, sebaiknya segera mengurangi asupan cairan dan berkonsultasi dengan tenaga medis.
Siapa yang Lebih Berisiko Mengalami Overhidrasi?
Pada umumnya, orang sehat tidak perlu terlalu khawatir mengalami kelebihan cairan. Menurut Klein, tubuh manusia memiliki kemampuan beradaptasi yang sangat baik ketika menerima asupan air berlebih.
“Setelah Anda mencapai kadar air yang cukup, tubuh akan membuang kelebihan tersebut dengan sangat efisien, dengan asumsi kondisi kesehatan normal,” jelasnya.
Tubuh juga tidak langsung mengalami masalah saat kekurangan minum, karena mekanisme adaptasi yang dimilikinya. Namun, ada beberapa kelompok yang perlu lebih berhati-hati karena lebih rentan mengalami overhidrasi.
- Penderita Penyakit Ginjal Tertentu
Orang dengan kondisi produksi hormon antidiuretik berlebihan perlu membatasi asupan cairan. Kondisi ini membuat tubuh menahan cairan dalam jumlah besar, sehingga meningkatkan risiko keracunan air.
- Penderita Penyakit Hati dan Gagal Jantung Kongestif
Pada penderita gagal jantung atau penyakit hati, ginjal dapat “mengira” tubuh mengalami dehidrasi. Akibatnya, tubuh memproduksi hormon tertentu yang justru membuat penumpukan cairan semakin parah saat minum air, hingga berisiko keracunan cairan.
- Atlet atau Pelaku Aktivitas Fisik Berat
Atlet atau orang yang berolahraga intens sering kali minum air dalam jumlah sangat banyak. Jika tidak diimbangi dengan asupan elektrolit, kelebihan cairan dapat mengencerkan kadar natrium dalam darah dan memicu hiponatremia, kondisi yang berbahaya bagi tubuh.
Memenuhi kebutuhan cairan memang penting, tetapi kuncinya adalah cukup dan seimbang. Dengarkan sinyal tubuh dan sesuaikan asupan air dengan kondisi kesehatan serta aktivitas harian agar manfaat minum air bisa dirasakan tanpa efek samping.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















