Kesehatan-Gangguan-Pencernaan-Sakit-Perut-Obat-Sakit-Perut-Tips-KesehatanPola buang air besar (BAB) bisa menjadi petunjuk sehat tidaknya sistem pencernaan kita. Orang yang memiliki pola BAB teratur biasanya memang lebih sehat, tapi jangan khawatir jika Anda sering tak teratur ke toilet.

Oleh : Latifa Fitria
[email protected]

Rata-rata, seseorang BAB satu atau dua kali sehari, walau ada juga yang lebih dari itu. Pagi hari merupakan waktu paling umum seseorang untuk BAB. Ini karena kebanyakan orang makan besar di malam hari, sehingga saat ti­dur makanan itu sudah cukup dicerna dan berada di posisi untuk dikeluar­kan.

Menurut Felice Schnoll-Sussman, dokter spesialis pencernaan, tidak BAB satu sampai tiga hari masih ter­golong normal. “Pendek kata, jika Anda merasa baik-baik saja, tidak sakit perut, tidak ada masalah saat buang air besar, maka tak perlu dikhawatir­kan,” katanya.

Ia mengatakan, tidak ada aturan BAB setiap hari adalah standar nor­mal. “Itu hanya normal menurut pan­dangan satu orang saja,” ujarnya.

Bila ada perubahan pola, misalnya dari yang semula setiap hari lalu men­jadi tiga atau empat kali sehari, penye­bab terbesarnya adalah pola makan. Walau begitu, infeksi penyakit terten­tu juga bisa jadi pemicunya, misalnya diare.

“Jangan segan berkonsultasi ke dokter jika waktu BAB Anda membuat perut sering terasa tidak nyaman atau mengganggu aktivitas sehari-hari,” ka­tanya.

Kandungan BAB kita sekitar 75 persen adalah air. Selebihnya adalah terdiri dari kombinasi fiber atau serat, bakteri yang hidup atau yang sudah mati, berbagai macam sel tubuh dan lendir. Sifat dan karakter BAB kita akan memberitahu kita bagaimana status kesehatan saluran pencernaan kita – warnanya, aromanya, bentuk dan ukuran, bahkan juga suara yang ditimbulkannya sewaktu BAB jatuh kedalam air dilobang pembuangan toilet, dan apakah BAB setelah itu ma­sih melay­ang atau l a n g s u n g tenggelam ke­dalam air, semua itu adalah informasi yang sangat berharga dan ada relevansinya dengan status kes­ehatan kita .

Jika sebelumnya anda adalah type orang yang begitu selesai BAB segera keluar tanpa mem­perhatikan apa yang telah anda hasilkan, maka mulai sekarang anda harus memperha­tikan semua itu.

Mungkin ada bebera­pa tanda yang memerlu­kan perhatian khusus kita, seperti bila terjadi peruba­han penampilan BAB yang juga disertai rasa sakit daerah perut, maka kita harus men­cari seorang dokter untuk mem­bantu kita mengatasinya segera.

Kebiasaan untuk buang air be­sar setiap orang bervariasi. Yang kita bilang kebiasaan itu adalah ke­biasaan kita masing masing. Tiga kali sehari hingga tiga kali seming­gu itu masih dianggap normal. Yang lebih penting dari frekuensi pengosongan ini adalah harus dengan mudah mengosongkannya. Jika kita memerlukan tenaga untuk mengejan, maka itu sudah tidak bagus. Seharus­nya mengosongkan isi usus kita itu ti­dak boleh melebihi upaya kita untuk buang air kecil atau mengeluarkan gas.

Hal yang harus kita perhatikan adalah perubahan kebiasaan BAB kita. Banyak faktor yang berpengaruh terhadap ke­biasaan kita ini, s e p e r t i sedang ber-diet, sedang bepergian, sedang me­minum obat-obatan tertentu, gejolak kadar hormon tubuh kita, pola tidur kita, olah raga, penyakit, proses pembedahan, stress dan masih banyak hal yang lain lagi.