Untitled-3Fenomena virus zika belakangan menjadi buah bibir hampir di seluruh belahan dunia ini, virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti ini tidak bisa disikapi secara sederhana. Virus zika sangat berbahaya bila menyerang ibu hamil. Karena, ibu hamil yang terinfeksi virus Zika menyebabkan bayi lahir dengan kelainan ukuran kepala lebih kecil.

Oleh : Aninda Tri Febriana/MGG
[email protected]

Ketika ditemui, Ketua Ikadan Dok­ter Indonesia (IDI) Kabupaten Bo­gor, dr Yoeswar Darisan membe­berkan jika gigitan nyamuk aedes agepty ini lebih berbahaya meny­erang kepada Ibu hamil karena langsung me­nyerag kepada janin yang berada didalamnya.

Menurut pria yang sering disapa Yoes ini, ketika nyamuk menggigit seseorang maka vi­rus tersebut maka secara otomatis nyamuk tersebut membawa virus zika kemudian menggigit ibu hamil akan berdampak lang­sung kepada sang janin

Mirisnya, calon bayi tersebut akan terlahir dalam keadaan tubuh cacat. Kondisi kelainan cacat pada bayi ini dikenal dengan Mikrosefali yang memiliki dampak buruk pada janin.

Pertumbuhan tubuh yang tidak sempurna seperti kerusakan otak dan kepala berukuran kecil, keterbelakangan mental, daya tangkap yang lambat serta sukarnya untuk kemam­puan belajar bicara seperti pada anak-anak kondisi normal. “Janin yang terinfeksi virus zika melalui sang ibu memiliki risiko yang tinggi lahir dalam kondisi cacat serius. Yang diserang langsung oleh virus tersebut adalah si janin yang berada didalamnya, membuat kepala si janin tidak tumbuh secara normal dan sama seperti rubella,” urai Yoes kepada BOGOR TODAY.

Meski memiliki gejala yang benar-benar mirip dengan serangan demam berdarah seperti demam tinggi sampai 38 derajat cel­cius, bintik-bintik merah, diare dan sembelit, tulang dan persendian ngilu dan lainnya. Na­mun virus zika tidak sampai menyebabkan penurunan kadar trombosit (sel darah pem­beku) sepertinya hal nya kasus dalam demam berdarah. Tapi jangan senang dulu, meski ti­dak menyerang trombosit virus ini akan me­nyebabkan penurunan kadar sel darah putih.

Karena itu, Yoes menghimbau kita yang berada di Indonesia harus mewaspadai vi­rus yang berasal dari nyamuk aedes aegypti ini, terutama para wanita hamil. Salah satu caranya dengan mengetahui gejala-gejala bila terserang virus zika.

Pada manusia, terutama wanita hamil, infeksi virus zika ditandai dengan demam ringan, yaitu suhu tubuh 37,8-38,5 derajat cel­sius. Kemudian, gejala disertai dengan nyeri sendi di tangan dan kaki, kulit ruam, sakit kepala, mata merah, munculnya benjolan tipis yang timbul. Kadang ruam meluas dan membentuk semacam ruam merah tua dan kecoklatan yang mendatar dan menonjol, muncul rasa nyeri pada sendi dan otot kadang disertai lebam dan sendi serta otot seperti ter­bentur dan keseleo ringan.

“Sebenarnya gejala virus zika tidak jauh berbeda dengan demam yang lain, sehingga sulit untuk membedakan antara virus zika dan virus lainnya. Namun pada ibu hamil me­nyebabkan demam, mual dan muntah dan langsung menyeraang ibu hamil, sebenarnya gejala virus zika tidak jauh berbeda dengan demam yang lain, sehingga sulit untuk mem­bedakan antara virus zika dan virus lainnya. Namun pada ibu hamil menyebabkan demam, mual dan muntah dan langsung menyeraang ibu hamil,” paparnya.

Hingga saat ini belum ditemukan vaksin untuk menghambat pertumbuhan virus zika, satu-satunya vaksin sementara yang dapat kita gunakan hanyalah vaksin rubella inipun hanya memiliki fungsi sebagai pencegahan agar janin dalam kandungan tidak mengalami cacat lahir atau kelainan kondisi tubuh.

Penggunaan vaksin anti virus zika san­gat dianjurkan untuk anak-anak, begitupun halnya pada orang dewasa, terutama kaum wanita. Ini sangat penting dan diwajibkan agar nantinya seorang wanita yang baru saja menikah tidak mengalami keguguran.

Dan yang paling mengerikan, seandainya calon bayi tersebut tetap hidup akan men­galami kondisi kelainan jantung, kebutaan, gangguan pendengaran, dan Mikrosefali (microcephaly) yaitu kerusakan otak, kepala berukuran kecil, serta mengalami keterbe­lakangan mental dan pertumbuhan anggota tubuh yang tidak normal.

“Kota Bogor termasuk kota yang masih bersih dalam penyebaran virus zika. Karena virus zika terdapat di Negara Afrika dan Ameri­ka Latin, saya berharap Indonesia khususnya Kota Bogor tidak termasuk dalam penyebaran virus zika dengan cara mengantisipasi dari gigitan nyamuk,” pungkasnya.

(Latifa Fitria)

loading...