B1-(2)BOGOR, Today – SDN Bojong Kerta kini memilik gedung baru. Pemerintah Kota Bogor berharap dengan gedung baru ini bisa membawa suasana belajar yang nyaman dan representatif bisa dira­sakan murid.

“Sangat signifikan, yang dikatakan ganti un­tung itu benar, harapan saya besok juga kalau me­mang memungkinkan sudah bisa digunakan, teta­pi itu tergantung kepala sekolahnya,”ujar Kadisdik Kota Bogor, Edgar Suratman.

Menurutnya, tak hanya lahan yang luasannya nyaris lima kali lipat dari tanah yang ditempati SDN Bojong Kerta lama, fasilitas sarana dan prasa­rananya pun sangat memuaskan. “Selain gedung­nya mewah, halaman sekolah luas, fasilitas sani­tasi bersih, mebelernya pun baru semua. Disdik sangat puas,”ucapnya.

Sekolah unggulan menurut Edgar tidak hanya di pusat kota tetapi harus juga dipinggir kota yang memiliki sarana dan fasilitas memadai, tenaga pendidik yang unggul dan pengawasan yang efek­tif.

“Mudah-mudahan saja ini bisa membawa nu­ansa spirit kerja yang meningkat bagi jajaran pen­didikan yang pada akhirnya masyarakat bisa mera­sakan manfaatnya,” ujar Edgar. “Tentunya hal ini sesuai dengan visi misi Dinas Pendidikan yaitu ma­syarakat yang cerdas dengan karakter yang unggul dan prima,” imbuhnya.

Untuk selanjutnya, kata Edgar, Disdik akan berkomunikasi dengan Kepala SDN Bojong Kerta untuk rencana penempatannya. “Semuanya su­dah beres. Yang jelas tinggal ditempati, namun ka­pan waktunya akan dikoordinasikan dengan pihak sekolah,” tandas mantan Camat Bogor Barat itu.

Sementara, Kepala Badan Pengelolaan Keuan­gan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bogor me­nyatakan, akan langsung menindaklanjuti dengan melakukan appraisal. Pihaknya akan bekerjasama dengan Kantor Lelang Negara yang berkantor di Panaragan untuk menilai harga lahan dan ban­gunan SDN Bojong Kerta sebelum disertifikatkan menjadi milik pemerintah kota.

“Sekarang baru serah terima, tukar menukar belum. Setelah proses appraisal selesai, yang di­perkirakan memakan waktu satu minggu, lang­sung diruislag. Mungkin finalnya akhir Januari ini,”terangnya.

Dijelaskannya, Pemkot Bogor sangat diuntung­kan dengan ganti untung dari proyek pembangu­nan tol Bocimi. Menurutnya, jika ada pihak yang menyatakan rugi, itu sangatlah tidak masuk akal.

“Lahan SDN Bojong Kerta lama hanya 629 me­ter persegi dan bangunanya 396 meter persegi. Pengembangan tol Bocimi menggantinya dengan lahan seluas 2995 meter persegi dan bangunan 528 meter persegi, sudah jelas perbedaannya,” tukasnya.

Sekedar diketahui, di Kota Bogor, khususnya di Kecamatan Bogor Selatan, tak hanya SDN Bojong Kerta saja yang terdampak proyek pembangunan jalan tol Bocimi, Puskesmas Bojong Kerta dan Ter­minal Agribisnis Rancamaya juga terkena imbas­nya.

(Latifa Fitria)

loading...