Untitled-6MERSCoV merupakan singkatan dari Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus. Penya­kit ini adalah penyakit sindrom pernapasan yang disebabkan oleh virus Corona yang menyerang saluran pernapasan mulai dari yg ringan hingga berat. Gejalanya adalah demam, batuk dan sesak nafas, bersifat akut, biasanya pasien memiliki penyakit ko-morbid.

Virus ini merupakan jenis baru dari kelom­pok Corona virus (Novel Corona Virus). Virus ini pertama kali dilaporkan pada bulan September 2012 di Arab Saudi. Virus SARS tahun 2003 juga merupakan kelompok virus Corona dan dapat menimbulkan pneumonia berat akan tetapi berbeda dari virus MERS CoV. Virus ini termasuk baru dan hingga kini belum ditemukan vaksin untuk mencegahnya. Namun, virus ini cepat menghilang di udara.

Virus ini dapat menular antar manusia secara terbatas, dan tidak terdapat transmisi penularan antar manusia yang berkelanjutan. Kemungkinan penularannya dapat melalui :

  1. Langsung : melalui percikan dahak (droplet) pada saat pasien batu atau bersin.
  2. Tidak Langsung : melalui kontak den­gan benda yang terkontaminasi virus.

Gejala

Gejala dari infeksi Mers sangat mirip dengan influenza sehingga diistilahkan “flu like syndrome”. Penderita MERS akan mengalami batuk dan keluar lendir yang berlebihan dari hidungnya. Bedanya, pada yang terinfeksi Mers juga akan timbul demam tinggi minimal 38 derajat celsius dan sesak napas.

Gejalanya juga memiliki kemiripan dengan sindrom pernapasan akut berat (SARS). Ked­uanya sama-sama pneumonia yang disebabkan oleh virus. Gejalanya bisa berupa flu biasa hingga infeksi saluran pernapasan bawah atau radang paru.

Masa inkubasi dari virus hingga menyebab­kan penyakit adalah dua hingga 14 hari. Sehingga mungkin saja seseorang terinfeksi virus corona MERS di Timur Tengah dan kemudian gejala baru timbul begitu sudah kembali ke negara asal.

Pencegahan dan Pengobatannya

Belum ditemukan vaksin yang tersedia untuk mengobati penyakit ini. Pengobatan anti viral yang bersifat spesifik belum ada, dan pengobatan yang dilakukan tergantung dari kondisi pasien.

Pencegahan dapat dilakukan pola hidup bersih dan sehat, menghindari kontak langsung dan erat dengan penderita, menggunakan masker,menjaga kebersihan tangan dengan sering mencuci tangan dengan sabun dan menerapkan etika batuk ketika sakit.