Perkosa-(Net)Walikota Bogor, Bima Arya membantah dan buka suara terkait adanya informasi bahwa rotasi para pejabat eselon II di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor pada Rabu (25/5) lalu, dilakukan tanpa melibatkan berbagai pihak atau berdasarkan kesewenangan sendiri.

Oleh : Abdul Kadir Basalamah
[email protected]

BOGOR TODAY – Sungguh Tragis. Siswi Sekolah Menen­gah Pertama (SMP) di Kota Bo­gor diperkosa secara bergiliran oleh 10 pemuda yang meru­pakan warga Kampung Dukuh Jawa, Cikaret, Bogor Selatan, Kota Bogor.Enam tersangka berinisial MU, NU, AB, TA, HAM dan IR berhasil dibekuk Sa­treskrim Polres Bogor Kota, se­mentara empat pelaku lain, DE, FA, RU dan HA masih buron.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kabupaten Bogor : Peringatan HPN 2023 Harus Menyatukan Wartawan

Aksi bejat itu dilakukan para pelaku secara terpisah dengan lokasi berbeda pada Januari 2016 silam. Korban yang bernama Bunga (14) per­tama kali disetubuhi secara bergantian oleh tersangka berinisial HAM dan TA dengan cara berdiri di area Lapangan Dewi Sri, Pasir Jaya, Bogor Barat, sekitar pukul 22.00 WIB.

Selanjutnya korban diper­kosa secara bergilir oleh dela­pan pemuda di rumah kon­trakan salah seorang tersangka berinisial DE yang masih dalam buronan Polisi, di Kampung Dukuh Jawa, Cikaret, Bogor Selatan. Ikhwal terjadinya, tersangka DE berhasil mem­bujuk korban untuk datang ke rumah kontrakan DE.

Baca Juga :  Dukung Kegiatan Gemapatas 2023, Pemkab Bogor Lakukan Pencanangan Di Dua Lokasi

“DE dan korban memang saling kenal. Karena korban merasa takut dengan DE, DE pun kemudian memberani­kan diri mengundang teman-temannya,” kata Kapolres Bogor Kota, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Andi Heri­ndra dihadapan wartawan saat jumpa pers di Mako­polres Bogor Kota, kemarin.