fasting3Berpuasa melatih seseorang hidup teratur, disiplin, dan mencegah kelebihan makan. Karena makanan terkait erat dengan metabolisme tubuh, maka berpuasa juga menyehatkan tubuh. Hasil riset bahkan membuktikan, berpuasa menyehatkan otak.

Oleh : Latifa Fitria
[email protected]

Kaitan Puasa dengan kes­ehatan otak maupun tubuh manusia diuraikan oleh pa­kar neurosains Prof dr Ta­runa Ikrar, MD, MPharm, PhD.

Menurut Taruna, manfaat Puasa bagi fungsi dan kesehatan otak dapat dijelaskan secara ilmiah. Dari penelitian plastisitas dan neurogen­esis (kelenturan dan perkemban­gan otak), pada dasarnya sinapsis (jaringan otak) dapat berkembang berdasarkan faktor lingkungan, ke­jiwaan, dan makanan yang dikon­sumsi.

Baca Juga :  Hati-hati, Tanda Kolesterol Tinggi pada Wajah yang Meningkatkan Risiko Kematian di Usia Muda

“Lewat Puasa sebulan penuh, berdasarkan plastisitas, neurogen­esis, dan fungsional kompensasi, jaringan otak diperbarui. Terben­tuk rute jaringan baru di otak, yang berarti terbentuk pribadi manusia baru secara biologis, psikologis, dan fungsional,” kata Taruna, alumnus Fakultas Kedokteran Unhas.

Baca Juga :  Ternyata Stres Tak Selalu Buruk, Berikut 4 Manfaat Stres untuk Kehidupan

Taruna menjelaskan, saat ber­puasa, ada fase istirahat setelah fase pencernaan normal (6-8 jam). Pada fase itu terjadi degradasi lemak dan glukosa darah. Terjadi pula pen­ingkatan high density lipoprotein (HDL) dan apoprotein alfa1 serta penurunan low density lipoprotein (LDL).