Dari keterangan penyidik imigra­si, dirumah seluas sekira 500 meter itu, didapati belasan pesawat telepon yang tersebar di sejumlah ruangan. Mulai dari kamar mandi, ruang tamu, hingga tempat tidur.

Bahkan, di dalam rumah tersebut juga didapati peredam suara yang ter­pasang di beberapa ruangan. Seperti area ventilasi udara. Selain itu, petu­gas juga menemukan database no­mor telepon yang diduga nasabah dari sebuah bank di China, yang di­manfaatkan oleh para pelaku untuk menakut-nakuti korbannya. Setelah korbannya takut, pelaku pun memin­ta sejumlah uang kepada korban un­tuk dikiriman kepada pelaku melalui jalur transfer bank. “Jumlahnya men­capai ratusan nomor telepon yang ada di data base,” kata Kasi Wasdakim Imigrasi Kota Bogor, Satoto kepada wartawan koran ini, kemarin.

Pantauan BOGOR TODAY, pada pukul 17:10, anggota BNK Kabupaten Bogor datang ke lokasi kejadian. Mer­eka datang dengan menggunakan Toyota Rush berwarna hitam bernop­ol F351SB dan Toyota Avanza berwar­na hitam bernopol F1689FM. Institusi pemberantas Narkoba ini langsung mencek urin 31 WNA. Hingga berita ini diturunkan, BNK belum mengu­mumkan hasil tes urin.

Sekira pukul 19:00, tim Cyber Crime Mabes Polri pun datang. Kepala Imigrasi Kota Bogor Herman Lukman mengatakan, bila 31 WNA tersebut datang secara bertahap ke Indone­sia dengan menggunakan pesawat China Air Land dan landing di Ban­dara Soekarno Hatta. Sesampainya di Indonesia mereka langsung transit dan menghuni Perumahan Vila Duta ini. “Mereka datang bertahap. Ada yang 5 orang sampai 6 orang. Rata-rata mereka datang di bulan Mei dan Juni. Izin tinggal visa 212, yakni kun­jungan wisata dengan masa berlaku selama 30 hari,” paparnya.

Baca Juga :  Polri Sisir Lokasi Desa Diduga Terisolir Menggunakan Helikopter dan Drone

Para WNA tersebut telah meny­alahi aturan keimigrasian, yakni izin tinggal dan visa kunjungan serta pa­spor. “Mereka melanggar pasal 112 dan 116 yakni menyalahgunakan kei­migrasian,” tegasnya.

Ia juga mengatakan, dari 31 WNA yang diperiksa, 9 diantaranya meru­pakan wanita dan 22 laki-laki. “Para pelaku belum dapat menunjukan pa­spor mereka. Diduga paspor 31 WNA itu dipegang oleh satu orang atau koordinator,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Bogor Kota AKBP, Andi Herindra yang dite­mui dilokasi kejadian mengatakan, bila pihaknya mengamankan, se­jumlah barang bukti yang digunakan para pelaku untuk memuluskan aksi penipuan mereka. Diantaranya, 45 telepon kable, 35 hp, 17 dompet, 2 laptop, 4 HT, 1 printer, 37 mo­dem, 20 jaringan internet, 1 note­book tablet dan data base nomor tele­pon luar negeri asal China Tiongkok. Adapun kendaraan yang digunakan, yakni Toyota Fortuner berwarna hitam berplat nomor polisi (Nopol) B1290BJN dan Kawasaki Ninja ber­warna merah dengan nopol F4593DD. “Kami bekerja sama dengan tim Cy­ber Crime Bareskrim Mabes Polri un­tuk mengungkap indikasi penipuan online yang dilakukan oleh 31 WNA,” urainya.

Baca Juga :  Bunuh Suami Baru Mantan Istri, Pria di OKU Selatan Diduga Terbakar Cemburu

Hingga saat ini, pihak Kepolisian masih mendalami penipuan jarin­gan international (cyber crime) yang dilakukan oleh 31 orang WNA China Tiongkok ini. “Masih dilakukan pen­dalaman, apakah penipuan ini juga mengincar korban dari negara lain selain China. Selain itu, kami mendal­ami apakah ada keterlibatan orang in­donesia dalam praktek tersebut. Kami ingin mengetahui siapa orang yang mencarikan mereka tempat tinggal dan sebagainya,” singkatnya.

Pihak Kepolisian dan Imigrasi juga sempat kewalahan dalam mengin­trogasi 31 WNA. Pasalnya, para WNA tersebut tidak menguasai Bahasa In­ggris dan Indonesia (Mereka hanya mampu berbahasa China saja, red). Sementara pihak Imigrasi hanya me­miliki 1 translator.(*)

 

Halaman:
« 1 2 » Semua

2 KOMENTAR

  1. Tolong kepada tim cyber crime untuk menangkap pelaku penipuan dengan modus telpon minta pulsa dengan mengatas namakan oknus kepolisian nomer2 pelaku yg minta dikirimi pulsa 081283062833 – 085215014033

Comments are closed.