Oleh : Heru B Setyawan (Guru SMA Pesat School Of Talent)

Tidak terasa pandemi Covid 19 sudah setahun lebih melanda Indonesia dan seluruh dunia. Karena lama, lebih dari satu tahun sampai penulis sudah menulis opini tentang Covid 19 sebanyak 8 buah, Dengan rincian 7 opini di Bogor Today dan satu opini di Radar Bogor.

Baca Juga : Puasa Ramadhan Sebagai Olimpiadenya Muslim

Baca Juga : Pemimpin Kaya dan Berilmu itu Baru Hebat

Adapun kedelapan opini itu berjudul, 1 Virus Corona, Saatnya Mengamalkan Sila-Sila Pancasila, 2 Hikmah Virus Corona Allah Kangen Sama Kita, 3 Setelah Ikhtiar Tobat Nasuha Untuk Melawan Virus Corona, 4 Negara Harus Melindungi Rakyatnya Dari Bahaya Virus Corona, 5 Solusi Bayar SPP Saat Pandemi Covid 19, 6 Mau Daring, Luring Atau Tatap Muka, Yang Penting Adab Diutamakan, 7 Pembelajaran Tatap Muka Aman Dan Berkah Dengan Prokes Serta Jaga Wudu, 8 Prokes Dan Protokol Keagamaan Untuk Melawan Covid 19.

Di awal pandemi Covid 19, Prokes (Protokol Kesehatan) hanya mengenal 3M, sekarang berubah menjadi 5M, hal ini untuk lebih mengurangi dan menghentikan pandemi Covid 19.

Maka atas dasar tersebut penulis punya ide, kenapa tidak ditambah dengan Protokol Keagamaan (Prokea). Sehingga hasilnya tambah jos gandhos, karena memakai 2 cara, yaitu secara medis dan rohani. Bukankah penyebab penyakit itu terjadi karena berasal dari makanan, gaya hidup dan pikiran. Baik akan penulis bahas satu persatu Prokes 5M diikuti dengan hikmah Prokeanya.

Baca Juga : JOKOWIMERASA LEBIH BAIK DARI SOEKARNO DAN SOEHARTO

Baca Juga : DULUHANYA FPI YANG MENOLAK MIRAS, SEKARANG SEMUA MENOLAK

1. Memakai masker, hikmah dari Prokea selalu memakai masker adalah, Rasulullah SAW dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Bukhari bersabda bahwa, keselamatan manusia tergantung pada kemampuannya menjaga lisan. “Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berkata yang baik atau diam”.

Intinya kurangi bicara yang sia-sia dan tidak memberi manfaat, apalagi melakukan ghibah. Bukankah gara-gara bicara, seseorang bisa masuk penjara, atau bahasa kerennya mulutmu adalah harimaumu.

2. Mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun, hikmah dari Prokea mencuci tangan adalah berwudu. Berwudu 5 kali sehari jadi salah satu cara efektif untuk mencegah kuman di tubuh kita. Sehingga jika kita sehat walafiat terbebas dari kuman, dan masih banyak manfaat wudu yang lainnya.

3. Menjaga jarak, hikmah dari Prokea menjaga jarak adalah kita harus menjaga jarak pergaulan antara lawan jenis, agar tidak terjadi fitnah dan maksiat. Bukankah pacaran dan perzinaan itu dimulai dari pergaulan bebas yang tanpa jarak antara pria dan wanita?

4. Menjauhi kerumunan, hikmah dari Prokea menjauhi kerumunan adalah kita disuruh untuk muhasabah. Muhasabah adalah evaluasi terhadap diri sendiri agar lebih baik, dengan mengacu kepada Alquran dan hadis Nabi sebagai dasar penilaian, bukan berdasarkan keinginan diri sendiri.

Baca Juga : ISRA’ MI’RAJ SEBAGAI SPIRIT UNTUK KEBERKAHAN NKRI

Baca Juga : VISIPENDIDIKAN INDONESIA 2035 BERTENTANGAN DENGAN UUD 45

Muhasabah agar hasilnya lebih baik bisa dilakukan di Masjid, karena suasananya mendukung. Apalagi jika diniatkan dengan I’tikaf yaitu berdiam diri di Masjid disertai dengan niat, semata-mata untuk beribadah kepada Allah SWT.

5. Mengurangi mobilitas, hikmah Prokea mengurangi mobilitas adalah kurangi urusan dunia dan tambah urusan akhirat. Atau kurangi cinta dunia dan tambah cinta akhirat. Bukankah dunia itu sesaat dan akhirat itu selamanya. Dunia itu tempat kita untuk beribadah kepada Allah dan sebagai bekal kita pulang ke kampung akhirat.

InsyaAllah dengan menjalankan Prokes dan Prokea, imun kita naik dan kita sehat walafiat. Tidak lupa kita memohon kepada Allah agar segera berakhir pandemi Covid 19 ini, Aamiin. Jayalah Indonesiaku. (*)