BOGOR TODAY – Konflik antara Palestina dengan Israel yang terus memanas menjadi topik pembicaraan hangat, termasuk oleh masyarakat di Tanah Air.

Baca juga : Kecam Agresi Militer Israel, Buruh Se Indonesia Bakal Datangi Kantor PBB

Media sosial pun dihujani dengan konten yang berkaitan dengan tragedi kemanusiaan tersebut, salah satunya seperti yang direpost oleh akun @komunitas.mobil.indonesia pada hari Sabtu (15/5/2021), dari akun TikTok bernama @irachomel18.

Baca juga : Penjajah Zionis Israel Bombardir Rumah Pimpinan Hamas

Akun ini mengunggah sebuah video berdurasi 29 detik yang memperlihatkan aksi kendaraan tempur ringan PBB dengan bendera Indonesia yang berkibar di bagian kap mesin.

Baca juga : Diserang Rudal Israel, Kantor Berita AP dan Al Jazeera di Gaza Ambruk

Dalam video tersebut juga dituliskan keterangan bernada ungkapan simpati terkait isu panasnya konflik di Palestina ” savepalestina” disertai emoticon sedih.

Pada mobil Barracuda ini terlihat tulisan UNAMID. Perlu diketahui bahwa alih-alih patroli di Jalur Gaza atau Tepi Barat, dilansir unmissions.org, mobil ini justru merupakan bagian dari pasukan penjaga perdamaian yang berdinas di area Darfur, Sudan yang telah menyelesaikan operasinya pada 31 Desember 2020.

Sementara, akun @infokomando yang dikelola oleh TNI mengunggah tangkapan layar sebuah akun di media sosial yang berisi foto sejumlah anggota TNI berkumpul dan akan diberangkatkan ke Palestina.

Dalam foto itu, tetulis kalimat Bangsa Semoga Allah SWT Melindungi Mu. Di bawah foto tertulis, Detik Detik Keberagkatan.

Melalui akun di insgram @infokomando, menjelaskan, bahwa informasi dalam gambar tersebut yang menyebutkan keberangkatan TNI ke Palestina adalah tidak benar alias hoaks.

“informasi bahwa gambar tersebut adalah keberangkatan TNI ke palestina adalah HOAX!!!” demikian @infokomando.

Dijelaskan, fakta dalam foto tersebut merupakan Kontingen Garuda sepulang dari penugasan. Namun, tanpa dijelaskan penugasannya dari mana.

“Fix ya gaez…Jangan kemakan KONTEN yang lagi memanfaatkan situasi”, tutur infokomando. (B. Supriyadi).