gunung salak

BOGOR-TODAY.COM, BOGOR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor menyatakan kondisi Gunung Salak masih terpantau normal atau belum ada sinyal peringatan bahaya.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bogor Agus Suyatna menerangkan bahwa upaya kesiapsiagaan melalui pembentukan dan pembinaan terhadap desa tangguh bencana (Destana) di sekitar radius bahaya Gunung Salak BPBD telah berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang menangani Gunung Berapi.

Baca Juga :  Pria di Balikpapan Tikam Tetangganya Sampai Meninggal Dunia Diduga karena Hal Sepele

“Secara geologis, Gunung Salak merupakan gunung api purba yang terdiri dari beberapa puncak. Puncak tertinggi Gunung Salak atau yang sering disebut sebagai Puncak Salak I memiliki ketinggian puncak 2.211 meter di atas permukaan laut (mdpl),” kata Agus dalam keterangan tertulisnya, Senin (6/12/2021).

Menurutnya, aktivitas vulkanik di Gunung Salak termasuk dalam kategori Stratovolcano tipe A (gunung yang menunjukan aktivitasnya sejak tahun 1.600).

Baca Juga :  Tak Terima Dinasihati, Seorang Pria di Riau Bacok Ayah Kandung

Kini, kata dia tercatat ada beberapa kawah aktif di puncak Gunung Salak, yaitu kawah terbesar yang diberi nama Kawah Ratu, lalu Kawah Cikaluwung Putri dan Kawah Hirup yang menjadi bagian juga dari sistem vulkanis Kawah Ratu. Nama Gunung Salak sendiri berasal dari Bahasa Sanskerta, “Salaka” yang berarti perak.