nasib jalur puncak II
Jalur Puncak II. Foto : Istimewa.

BOGOR-TODAY.COM, BOGORNasib jalur puncak II atau poros tengah timur hingga saat ini masih tidak jelas, padahal banyak pihak mendorong pembangunan jalan alternatif untuk mengurai kemacetan menuju Puncak Bogor, Jawa Barat ini. Salah satunya pemerintah daerah yang sudah melakukan betonisasi di simpang Sentul Kabupaten Bogor dengan mengalokasikan anggaran Rp5 miliar untuk pembukaan jalan.

Tak ingin terus berlarut-larut, berbagai usulan pun bermunculan. Diantaranya, anggota DPR RI Komisi V Mulyadi dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.

Baca Juga :  Kebakaran Menghanguskan 10 Rumah Tinggal di Cengkareng

Mulyadi mengusulkan pembangunan fly over, bundaran, dan underpass. Pembangunan itu menurutnya dilihat dari lima titik kemacetan.

“Ada lima titik kemacetan yang berat disana, sehingga saya mengusulkan pembangunan fly over, bundaran, dan underpass,” kata Mulyadi kepada cnbcindonesia.com beberapa waktu lalu.

Sedangkan Sandiaga Uno mengusulkan membangun kereta gantung atau cable car. Kata dia, transportasi publik ini ramah lingkungan dan dapat menjadi destinasi pariwisata baru bagi kawasan dengan kontur pegunungan. Terlebih, hal itu sudah berhasil diterapkan di berbagai negara.

Baca Juga :  Perlu Diketahui, Ini Dia Gejala Panas Dalam Menurut Medis

“Hal ini sudah dikembangkan, bagaimana cable car yang ramah lingkungan memiliki sensasi yang berbeda karena di destinasi pegunungan di luar negeri juga menggunakan cable car,” kata dia.

nasib jalur puncak II
Kemacetan puncak. Fotto : Istimewa.

“Untuk skema rekayasa lalu lintas, Kemenkraf akan berkoordinasi dengan Korlantas Polri,” imbuhnya.