Mengurangi rasa kesepian yang dirasakan mungkin menjadi alasan kamu menyewa pacar. Namun, perlu disadari, setelah jasa sewa pacar selesai, rasa kesepian bisa kembali muncul.

  1. Meningkatkan Perilaku Konsumtif

Tren jasa sewa pacar

Menggunakan jasa sewa pacar mungkin bisa membantumu menjalani waktu berkualitas, membagikan suka duka, dan memperoleh rasa nyaman sementara. Sayangnya, tanpa disadari kegiatan ini bisa meningkatkan perilaku konsumtif.

“Karena rasa aman dan nyaman yang diperoleh hanya bersifat sementara. Akhirnya, keinginan untuk kembali menyewa jasa pacar timbul (saat kesepian kembali dirasakan),” terang Psikolog Ikhsan.

  1. Memperburuk Masalah
BACA JUGA :  10 Strategi Memasak Hemat agar Pengeluaran Makan Tetap Terkendali di Tengah Kenaikan Harga

Tren jasa sewa pacar

Menyewa pacar mungkin bisa membantumu memiliki teman yang mau mendengar keluh kesahmu. Sayangnya, jika kamu terikat secara emosional dengan sang pacar sewaan, hal ini justru bikin masalah makin runyam.

Kamu berpotensi menyakiti diri sendiri, karena pacar sewaan secara profesional hanya menjalani pekerjaannya dan tidak menanggapi maksud hatimu.

BACA JUGA :  Waspadai Tanda-Tanda Korsleting Listrik di Rumah, Kenali Gejalanya Sebelum Terjadi Kebakaran

Pada gilirannya, mencari bantuan melalui layanan tersebut memberi dampak negatif. Perasaan ditolak dan diabaikan yang kamu rasakan bisa makin parah.

Dukungan yang hanya dirasakan sementara juga bisa membuatmu kesulitan mengatur emosi

Jasa sewa pacar mungkin bisa menjadi cara instan untuk memenuhi kebutuhanmu dalam mengatasi kesepian ataupun tuntutan punya pasangan. Sayangnya, sewa pacar bukanlah solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut. (*)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================