Perubahan model penjualan ini mungkin mencerminkan kebijakan baru yang diusulkan oleh Cook. Vision Pro dianggap terlalu kompleks untuk dijual seperti produk konvensional.

Mungkin kebijakan penjualan yang terbatas ini juga mengindikasikan kesulitan Apple dalam memproduksi Vision Pro dalam jumlah besar. Sebelumnya, telah dilaporkan bahwa Sony hanya dapat memproduksi kurang dari 500 ribu layar micro LED yang digunakan sebagai komponen Vision Pro. Setiap produk ini dirancang dengan dua layar 4K buatan Sony.

BACA JUGA :  Lepas E4 EV Resmi Meluncur di Indonesia, SUV Listrik Baru Siap Tantang BYD Atto 3

Apple juga sedang mencari pemasok lain selain Sony untuk memenuhi target produksi dan mengurangi biaya manufaktur. Dua perusahaan dari China telah mendekati Apple untuk menjadi sumber komponen alternatif.

Dengan biaya produksi yang lebih rendah, Apple dapat menjual perangkat serupa dengan harga yang lebih terjangkau, dengan spesifikasi yang lebih rendah. Targetnya adalah harga sekitar US$ 1.000 (sekitar Rp 15,5 juta) hingga US$ 1.500 (sekitar Rp 23,23 juta), sebagaimana produk Apple lainnya. Kabarnya, produk yang lebih terjangkau akan dinamai Vision tanpa tambahan “Pro.”. ***

BACA JUGA :  Body Butter vs Body Lotion: Apa Bedanya dan Mana yang Lebih Cocok untuk Kulit?

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================