ekbisJAKARTA TODAY – PT PLN (Persero) me­nyatakan telah merampungkan pendataan pelang­gan listrik golongan 900 Volt Ampere (VA) yang digunak­an oleh masyara­kat Indonesia. Dari pendataan yang dilakukan, mana­jemen PLN akan mencabut subsidi sedikitnya 18 juta pelanggan.

“Data PLN ada 22 juta pelanggan Rumah tangga 900 Va tapi yang miskin menurut TNP2K ada 4,1 juta pelanggan. Berarti ada sekitar 18 juta pelanggan yang harusnya tidak disubsidi,” kata Kepala Divisi Niaga PLN Benny Marbun, di Kantor Pusat PLN, Rabu (16/3/2016).

Benny mengungkapkan, ad­anya pendataan terhadap pelang­gan listrik 900 VA dilakukan guna memastikan pemberian subsidi bagi masyarakat miskin. Dimana pen­dataan sendiri dilakukan PLN sejak 18 Januari 2016 selesai 14 Maret 2016. “Awalnya Kami pilah dulu data per provinsi, kabupaten, kecamatan dan desa. Setelah dipilah Kami cetak dat­anya alamatnya nomor induknya, kami tugaskan pegawai PLN Jalan ke daerah,” imbuh Benny.

Pada kesempatan berbeda, Di­rektur Utama PLN Sofyan Basyir mengatakan pada tahap awal pen­cabutan subsidi akan dilakukan di wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jabotabek) dengan jumlah pelanggan berkisar 4-5 juta pelanggan. Kendati demikian, pelanggan listrik berdaya 900 VA bisa mengajukan protes jika tidak mampu membayar tarif non subsidi di kemudian hari.

“Untuk langkah awal Jabotabek dan Jawa. Kalau mereka complaint, kita datangi dan minta kartu miskin dari mereka. Karena semangat awal­nya adalah kita ingin tertibkan agar memastikan kalau subsidi itu benar-benar bagi rakyat miskin yang ber­hak dan layak,” ungkap Sofyan.

Di tengah wacana pencabutan subsidi listrik, Mantan Dirut BRI ini menyadari bahwa kebijakan manaje­men PLN tersebut akan menuai ban­yak protes dari masyarakat. Meski begitu, Sofyan menegaskan hal ini harus dilakukan demi kepentingan masyarakat luas.

“Sebenarnya mereka (golongan mampu) jangan teriak ingin dapat subsidi kalau tidak layak dapat hal itu. Ini kan mencuri hak orang miskin. Itu yang tidak ingin kami bi­arkan,” jelas Sofyan.

Tambah Daya Gratis

Selain mencabut subsidi, PLN juga menyediakan layanan tambah daya listrik gratis bagi pelanggan Rumah Tangga 900 volt ampere (va) yang ingin naik daya ke 1.300 va. Layanan ini berlaku sejak permoho­nan tanggal 15 Marte hingga 31 De­sember 2016.

Kepala Divisi Niaga PLN Benny Marbun menegaskan bahwa program ini hanya berlaku bagi penambahan daya konsumen Rumah Tangga 900 va menjadi 1.300 va. “Yang digratis­kan adalah biaya penyambungannya. Bagi konsumen listrik pasca bayar tetap ada biaya penyesuaian jaminan langganan sedangkan bagi konsumen prabayar cukup membayar token perdana saja,” kata Benny.

Pelaksanaan tambah daya gratis ini dilakukan setelah pemadanan data Tim Nasional Percepatan Penanggu­langan Kemiskinan (TNP2K) untuk rumah tangga miskin daya 900 va dan sebagai bagian dari upaya mem­percepat proses pemberian subsidi tepat sasaran bagi konsumen rumah tangga dengan daya 900 va yang in­gin naik daya menjadi 1.300 va.

Program subsidi tepat sasaran ini sesuai dengan amanat Pemerin­tah melalui surat penugasan Men­teri ESDM No.7294/20/MEM.L/2015 tanggal 30 September 2015. Dimana subsidi listrik tahun berjalan tahun 2016 dialokasikan sebesar Rp38,39 triliun dengan kebijakan pemberian subsidi listrik bagi 24,7 juta pelang­gan rumah tangga miskin dan rentan miskin sesuai data TNP2K.

Lewat program ini, PLN juga memberikan kesempatan bagi kon­sumen untuk dapat menikmati listrik dengan daya lebih besar sehingga bisa lebih bebas dan nyaman dalam menggunakan listrik untuk berbagai kebutuhan.

(Yuska Apitya/dtk)