Untitled-7Anda yang mengendarai sepeda motor atau beraktivitas di ruangan ber-AC perlu waspada. Sebab, sering terkena embusan angin langsung yang cukup keras dapat menyebabkan risiko penyakit bell’s palsy atau kelainan saraf pada wajah. Riwayat terpapar udara dingin secara terus menerus. Kebanyakan penderita bell’s palsy memiliki kesamaan riwayat, yaitu pernah terpapar udara dingin secara terus menerus. Misalnya karena terpapar udara dingin karena setiap malam naik motor atau terkena angin AC secara langsung secara terus menerus.

Oleh : Latifa Fitria
[email protected]

Penyakit ini menimbulkan derajat keluhan klinis yang beragam. Kendati demikian wajah yang tidak simetris, kelopak mata yang tidak dapat menutup sempurna, gangguan pengecapan serta sensasi mati rasa (baal atau kebas) pada salah satu sisi wajah merupakan keluhan yang sering terjadi. Pada beberapa kasus diser­tai adanya hiperakusis (sensasi pen­dengaran yang berlebihan), telinga berdenging, nyeri kepala dan per­asaan melayang. Keluhan tersebut terjadi mendadak dan mencapai puncaknya dalam 2 hari. Keluhan yang terjadi diawali oleh nyeri pada telinga yang seringkali dianggap seb­agai infeksi,” urai Yoeswar Darisan, dokter spesialis saraf dari RS Palang Merah Indonesia (PMI) Bogor.

Baca Juga :  Minuman yang Bisa Bantu Redakan Kram Perut saat Menstruasi, Simak Ini!

Bell’s palsy dapat terjadi pada pria atau wanita segala usia dan disebabkan oleh kerusakan saraf fa­sialis yang disebabkan oleh radang, penekanan atau pembengkakan. Penyebab kerusakan ini tidak diket­ahui dengan pasti, kendati demikian para ahli meyakini infeksi virus Her­pes Simpleks- sebagai penyebabnya. Sehingga terjadi proses radang dan pembengkakan saraf.

“Pada kasus yang ringan, keru­sakan yang terjadi hanya pada se­lubung saraf saja sehingga proses penyembuhannya lebih cepat, sedangkan pada kasus yang lebih berat dapat terjadi jeratan pada ka­nalis falopia yang dapat menyebab­kan kerusakan permanen serabut saraf,” tambahnya.

Baca Juga :  Ini Dia Penyebab Bau Ketiak yang Perlu Diketahui

Menurut pria berdarah Padang ini, gejala awal terjadinya bell’s pal­sy berbeda beda satu sama lainya, dan bagi orang awam ada yang men­gira bahwa terjadi stroke karena be­berapa kasus terdapat pasien yang mengalami kidal, kaku lidah dan penyempitan pada selaput penutup mata, mata terlihat menjadi me­nyempitan dan bola mata tampak seperti masuk kedalam ,semen­tara pada bagian sebelah terlihat sebaliknya,yaitu tampak menonjol dan merah.

Gejala awal biasanya terjadi ke­hilangan sensasi rasa pada lidah. Lidah terasa seperti ada yang me­nyelimuti. Pada anak 73 persen di­dahului infeksi saluran napas bagian atas yang erat hubungannya dengan cuaca dingin. Perasaan nyeri, pegal, linu dan rasa tidak enak pada telin­ga atau sekitarnya sering merupak­an gejala awal yang segera diikuti oleh gejala kelumpuhan otot wajah lainnya.