Untitled-2Satai ayam itu biasa. Di manapun pasti bisa di­jumpai karena banyak yang menjualnya. Teta­pi Sate Ayam Thaican besutan Abdul Rosyid bisa ma­suk jenis satai ayam luar biasa. Selain rasanya yang jauh lebih guruh, juga tampilannya yang sangat bersih menawan.

Karena rasa dan tampi­lannya luar biasa, Sate Ayam Thaican setiap hari selalu diserbu pembeli setiap hari. Mereka datang dari berbagai penjuru mata angin, terma­suk dari Bogor. ‘’Alhamdu­lillah banyak pelanggan yang suka dengan sate ayam buatan saya,’’ kata Adul, panggilan Abdul Rosyid kepada Bogor Today.

Kedai Sate Ayam Thaican, menurut Adul, merupakan sa­tai ayam ala Jepang yang sudah dimodifikasi dan dikawinkan dengan cita rasa satai ayam khas lokal Madura. ‘’Saya juga gak menduga kalau sate yang saya buat dengan istri saya ini digemari banyak orang,’’ kata Adul yang men­gaku selalu dibantu oleh istrinya yang asli Madura.

Menurut cerita Adul, dulu awal­nya dia membuka kedai sate bersama teman-temannya. Adul cs mencoba meramu satai ayam ala satai ayam yang biasa dibikin orang Jepang. ‘’Ya laku, tapi biasa-biasa aja. Sempat ber­henti. Tapi kemudian saya dan istri saya mencoba lagi sejak setahun lalu, mebuka lapak di Senayan ini,’’ kata Adul.

Yang juga menarik, kedai Sate Ayam Thaican baru buka pada jam 21.00 dan tutup jam 00.00. Lokasin­ya di Jalan Asia Afrika, depan gerbang Gelora Bung Karno Senayan. ‘’Setiap hari rata-rata habis 4.000 tusuk sate,’’ kata Adul. Luar biasa, memang, han­ya dalam waktu 3-4 jam sate ayam buatan Adul dan istrinya sudah ludes.

Yani Wijaya, salah satu pecandu Sate Ayam Thaican asal Taman Yas­min Kota Bogor berkisah tentang dah­syatnya satai ayam buatan pria asal Jember, Jawa Timur itu. ‘’Gile banget, rasanya enak luar biasa, apalagi sate kulit ayamnya,’’ kaya Yani yang ham­pir seminggu tiga kali bahkan empat kali berangkat ramai-ramai dari Kota Bogor ke Senayan hanya untuk me­nikmati Sate Ayam Thaican.

Bagi penikmat kuliner khas sep­erti Yani, sate ayam buatan Adul ter­golong unik dan langka. Meski bahan dasarnya sama-sama ayam, namun ramuannya berbeda. Tampilannya juga berbeda dengan satai-satai ayam pada umumnyayang cenderung tam­pak kotor setelah dibakar. Sate Ayam Thaican tampak bersih, putih kenun­ing-kuningan, dan rasanya dahsyat. ‘’Kelihatannya seperti tidak dikasih bumb. Tetapi begitu dikasih jeruk limo dan dimasukkan ke mulut baru terasa keistimewaannya,’’ ujar Yani.

Selain menjajakan Sate Ayam Tha­ican yang fenomenal, Adul juga pun­ya menu nasi oreng yang tak kalah gi­lanya. Namanya ya Nasi Goreng Gila. ‘’Ada itu orang dari Bogor, pesan tiga piring Nasi Goreng Gila, dia makan sendiri dan habis,’’ kata Adul lantas tertawa terbahak-bahak mencerita­kan keunikan para pelanggannya.

(Hesti Amelia)