237582_banjir-di-jalur-pantura-kudus-pati--jawa-tengah-_663_382BENCANA banjir pada dua Propinsi di Indonesia yaitu Propinsi Jawa Barat dan Sumatra Utara sebagai bukti bahwa pemerintah belum optimal untuk menangani bencana banjir. Bencana banjir di Kampung Sukamukti, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat menyebabkan 5 orang meninggal dunia. Selain itu, banjir di kawasan air terjun dua warna, sibolangit, Sumatra Utara menyebabkan 16 korban meninggal dunia dan belum ditemukan 5 orang (BNPB, 2016). Jumlah korban meninggal dunia bukti bahwa pemerintah belum siaga mengatasi banjir.

Oleh: BAHAGIA, SP., MSC. SEDANG S3 IPB
Pengelolaan Sumberdaya Alam Dan Lingkungan Dan Dosen Tetap UIKA Bogor

Air sungai sampai tumpah kedaratan mencirikan bahwa ekosistem sungai tidak berfungsi dengan baik. Rusaknya fungsi ekosistem sungai karena tidak menjaga fungsi ekosistem da­ratan akhirnya keseimbangan ekosistem rusak. Turunnya air hujan tidak sebanding dengan terserapnya air kedalam tanah sehingga minim air tersimpan saat musim kering. Tanah, veg­etasi dan pengelolaan ekosistem daratan harus dilakukan jika ingin air tidak tumpah. Air bisa berlebihan kerena kemampuan tanah untuk menyerap air me­lemah. Ekosistem sungai juga tidak bisa menampung air sisa dari aliran permukaan sehingga air tumpah lagi kedaratan.

BACA JUGA :  JELANG LAGA MALAM INI, TIMNAS VS AUSTRALIA

Sungai secara alami berfung­si sebagai wadah atau embung/ bak penampung alami karen itu fungsi sungai harus dijaga kele­starian. Air sungai itu sebagai air cadangan buat manusia saat musim kemarau tiba. Saat ter­jadi kerusakan fungsi sungai dan fungsi ekosistem daratan me­nyebabkan ketidakstabilan. Laju masuknya air ke sungai tidak seimbang dengan penyerapan air untuk masuk ketanah. Laju air juga tidak sesuai dengan ke­cepatan dari sungai untuk men­galirkan air tersebut. Banyak hambatan termasuk sampah dan endapan lumpur.

Lumpur yang lama belum dikeruk dan lumpur baru yang bertambah karena ikut terbawa saat aliran permukaan. Akhirnya terjadi penumpukan air. Padahal air bisa tidak menggenang dida­ratan jika tanah bisa menyerap sebagian air, air sebagian diserap oleh tumbuhan, air terserap dan masuk ke sungai serta menguap sebagian. Untuk kemudian di­alirkan pada kawasan hilirnya. Air yang berada disungai akan masuk kedalam tanah, sebagian dialirkan, sebagian lagi untuk biota serta vegetasi yang ada dikawasan sungai. Baik pada ka­wasan hilir, kawasan hulu, dan kawasan kanan serta kiri sungai.

BACA JUGA :  DARI PREMAN TERMINAL, SEKDES HINGGA ANGGOTA DPRD PROVINSI JABAR

Artinya meluapnya air sungai karena pengaruh dari rusaknya ekosistem. Jatuhnya korban yang berada dekat sun­gai karena daerah lain yang juga merusak lingkungan. Air pada desa tetangga akan masuk ke desa yang dekat ke sungai. Tentu kerusakan pada desa lain mem­pengaruhi bencana benjir pada kawasan desa tetangganya. Jika saja fungsi itu masih bisa diper­tahankan maka air tidak banyak yang menggenang didaratan. Banjir bandangpun tidak mung­kin terjadi. Masalahlah lagi, eko­sistem itu terus semakin rusak bersamaan dengan perilaku ma­nusianya. Akhirnya sungai ma­kin buntu, tanah mampet, dan minim vegetasi.

============================================================
============================================================
============================================================