977_1457619489Alfian Mujani

[email protected]

Sejumlah kasus kematian saat olahraga masih hangat dalam ingatan kita. Mantan Sekda Kota Bogor Bambang Gunawan meninggal saat bersepeda. Mengapa bisa terjadi?

Olahraga pada dasarnya merupakan salah satu aktivitas sehat yang dianjurkan. Namun demikian, sebelum memulai olahraga ada baiknya Anda melakukan konsultasi terlebih dahulu ke dokter.

Dengan begitu, dokter bisa mengetahui riwayat kesehatan Anda dan menentukan seberapa tinggi intensitas olahraga yang aman dilakukan. Ini terutama jika Anda memiliki masalah pada jantung.

Menurut Dr dr Yoga Yuniadi, SpJP(K) dari RS Harapan Kita Jakarta, kematian mendadak sangat mungkin terjadi pada saat olahraga, sebagai akibat dari gangguan irama yang berujung pada henti jantung. Ini terutama pada pasien yang sebelumnya tak konsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

“Sebanyak 39 persen kematian mendadak akibat henti jantung ini terjadi saat bersepeda. Olahraga itu sehat, tapi bisa meningkatkan risiko mati mendadak kalau saat memulai orang ini tidak paham kondisi kesehatan dirinya,” tutur dr Yoga.

Hal tersebut ia sampaikan dalam jumpa pers ‘Meningkatkan Kompetensi Diagnosis Aritmia untuk Mengurangi Kematian Akibat Henti Jantung Mendadak’ di Hotel Double Tree Hilton, Jakarta, Rabu (5/10/2016) lalu.

Oleh karena itu, dr Yoga berpesan ada baiknya Anda mengenali terlebih dahulu kondisi kesehatan sebenarnya. Terutama yang kerap dilupakan adalah kesehatan jantung.

“Kan ada yang sedang bermain bola misalnya, lalu tiba-tiba meninggal karena henti jantung. Makanya, periksakan kondisi jantung sebelum berolahraga. Sebetulnya semua bisa diatasi jika diberikan treatment yang tepat,” terang dr Yoga.

Meskipun demikian, ia tak ingin olahraga kemudian diinterpretasikan sebagai pemicu henti jantung mendadak. Pada dasarnya olahraga tetap adalah aktivitas yang sangat dianjurkan, namun memang pada pasien dengan gangguan jantung, atau pada laki-laki berusia di atas 45 tahun dan perempuan di atas 55 tahun, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu sebelum memulai olahraga. (detikhealth)