adipuraBOGOR TODAY- Kota Bogor terus berupaya meraih kembali penghargaan Adipura pada tahun 2016. Tahun 2015, Kota Bogor berhasil mendapatkan sertifikat Adipuranya. Berbagai upaya terus dilakukan, salah satunya dengan menggelar Persiapan Pemantauan Pertama (P1) Adipura periode 2016-2017 dengan mengundang seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Aparatur Wilayah.

Sekretaris Daerah Kota Bogor Ade Sarip Hidayat mengatakan, Penghargaan Adipura memang bukan segala-segalanya tetapi ini merupakan impian Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk membuat warga nyaman. Selain itu, Adipura menjadi ajang evaluasi untuk lebih meningkatkan kinerja dan kebersihan lingkungan.

Baca Juga :  Sebut KSU Karya Mandiri Koperasi Rentenir, Pengurus Wilayah Tanah Sareal Klarifikasi dan Mohon Maaf

“Tidak hanya kebersihannya juga tapi kegiatan penghijaunnya agar rindang,” ujar Ade seusai rapat di Ruang Paseban Sri Bima, Balaikota Bogor, kemarin.

Ade melanjutkan, selama seminggu ini perkantoran dan pertokoan yang ada di Kota Bogor harus sudah menamam pohon di pekarangan ataupun di pot. Pemilahan sampah juga harus sudah dilakukan dengan menyediakan tempat sampah organik dan anorganik baik di  perkantoran dan pertokoan. Sementara di pemukiman dan pasar pengolahan sampah perlu dilakukan agar sampah yang ada bisa menjadi nilai ekonomi lewat Tempat Pembuangan Sampah (TPS) 3R.

Baca Juga :  Bogor Never Dry Betta Battle In Eastern Bogor, FCB Gelar Kontes Cupang dari Dalam dan Luar Negeri Ikut Meramaikan

“TPS 3R juga harus tertutup, jangan sampai menimbulkan ketidaknyaman bagi warga,” terang dia.

Ade menambahkan, TPS yang belum ditutup alias masih terbuka segera dilakukan perbaikan. Selain itu, untuk yang belum memiliki pemilihan dan pengolahan sampah ke depan segera di programkan dan dianggarkan tanpa perlu studi banding tetapi langsung menjalankan program.

“Untuk mendapatkan Adipura harus dilakukan bersama-sama aparatur wilayah, minimal Kota Bogor mendapat sertifikat lagi kalau bisa Trophynya,” harap Ade.(Yuska Apitya)