Karena, MUI akan berhadapan dengan orang-orang cerdas karena kondisi masa depan terus berubah, makanya para pengurus MUI harus mengikuti perkembangan perubahan tetapi harus tetap berpegang kepada Al Quran dan Hadist.

Karena yang di hadapi manus-manusia cerdas, salah satunya jika tidak ingin ketinggalan anak didik, pondok harus punya sekolah.

“Jadi kita harus menyesuaikan, sesuai dengan perubahan zaman. Kecuali didalam tubuh kita, itu mah hukum alam. Dari muda ke tua, itu hukum alam. Maka, siapkan kader-kader dari para kiyai-kiyai muda yang ada di MUI,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Ilmuwan Ungkap Afrika Berpotensi Terbelah, Retakan Raksasa Bisa Picu Samudra Baru

Sementara itu, Wakil Walikota Bogro H. Dedie A. Rachim mengatakan, Alhmadulillah tema Raker MUI Kota Bogor sangat sejalan dengan visi kota Bogor, yang sebuah kota memiliki visi yang mengusung menjadikan sebuah kota yang ramah untuk keluarga.

“Betul, pembangunan bukan hanya fisik tapi manusianya, jadi keluarga menjadi salah satu visi dan misi Kota Bogor,” kata Dedie.

Diantaranya, lanjut dia, Misinya ada 3, yaitu menjadikan kota yang sehat, kota yang cerdas dan kota yang sejahtera. Nah, ini bagaimana peran MUI sebagai mitra atau pelayan ummat ikut mendukung Visi misi ini berhasil.

BACA JUGA :  Atap Pelana: Desain Klasik yang Fungsional dan Hemat Biaya untuk Hunian

“Kemudian, kendala kota bogor menjadi pemikiran kita Bersama, maka rekomendasi-rekomendasi yang nanti disampaikan kepada pemerintah sangat penting, misalnya mendorong pembangunan atau pendirian sekolah SMA di kecamatan di Kota Bogor. Mencegah pernikahan dini, ini tantangan kita Bersama,” pungkasnya. (*)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================