IMG_20160608_153340BISNIS papan bunga dan kembang plastik yang diproduksi Alfi Florist milik Risdian dan Alfiah Ramdayani memang masih terbilang baru. Meski demikian, sepasang suami istri ini tetap optimis menekuni usaha kecil miliknya.

Oleh : Winda Herviana
[email protected]

Putus kerja tak dijadikan alasan Risdian untuk ber­diam diri di rumah. Mengikuti kecintaan sang istri menekuni bisnis bunga, Risdian akhirnya ikut ter­jun mengelola bisnis tersebut.

“Awalnya istri saya yang terlebih dahulu usaha papan bunga di Cianjur, namun setelah saya memutuskan untuk berhenti bekerja kami berdua sepakat untuk membuka Alfi Florist di tempat ini,” terang Risdian kepada BOGOR TODAY, Rabu (8/6/2016).

Alfi Florist berlokasi di Jalan Raya Soleh Iskandar (dekat Toserba Yogya). Keduanya memutuskan untuk mendirikan kios tersebut pada Maret 2016. Kini di kios tersebut tidak han­ya menjual papan bunga saja, melainkan Risdian pun mulai menjual kembang plastik yang dibuat oleh tangannya send­iri. Membuat kerajinan bunga ini tentunya membutuhkan ketelitian dan ketekunan yang tinggi.

“Setelah memutuskan terjun ke bisnis ini akhirnya saya mulai melirik kembang plastik. Saya autodidak membuat­nya, awalnya terlihat mudah, tapi ternyata cukup sulit juga merangkai dan membuatnya. Butuh sekitar satu minggu untuk bisa membuat pohon yang bagus,” pa­parnya.

Kembang plastik yang diproduksi Risdian me­manfaatkan ranting pohon jambu sebagai tang­kainya. Risdian mengaku penggunaan tangkai kayu membuat kembang plastik yang hasil­kan tampak lebih cantik dan tahan lama sehingga banyak diminati.

Alfi Florist menjual aneka kembang plastik dimulai den­gan kisaran harga Rp 30 ribu. Mahalnya harga bun­ga plastik menurut Risdian tergantung dengan uku­ran, tingkat kesulitan dan banyaknya kembang plastik. “Semua tergantung kerimbunan pohonnya. Jika ada yang mau memesan jenis kembang, ukuran, dan warna yang di­inginkan sesuai selera konsumen juga bisa,” tuturnya. Alfi juga menambahkan, untuk papan bunga, dirinya menawar­kan ukuran standar dengan ukuran 2×120 meter dikenakan Rp 700 ribu dan untuk standar bersar dengan ukuran 2×180 meter dibanderol harga Rp 950 ribu. “Harga tersebut sudah termasuk biaya pengiriman untuk wilayah Kota Bogor,” im­buh Alfi.

Perihal modal awal untuk mendirikan kios Alfi Florist, Risdian mengaku mengeluarkan dana hingga Rp 5 juta. Dana tersebut disebut Risdian untuk menyewa tempat kios beserta alat dan bahan untuk membuat kerangka bunga.

“Jika untuk omzet belum terlihat, karena kan memang kami mendirikannya juga baru beberapa bulan. Setidaknya kami saat ini terus mencoba dan berusaha. Tapi sejauh ini Alhamdulillah, ada saja rezeki dan konsumen yang datang membeli,” terangnya.

Alfi menambahkan, setiap mendirikan usaha send­iri sudah sewajarnya memiliki kesabaran dan keteku­nan yang tinggi, terutama dalam bisnis bunga.

“Untuk berbisnis terutama bunga seperti ini me­mang harus sabar, apalagi saingan juga banyak. Pernah saya juga merasakan selama 2 bulan ti­dak ada panglaris sama sekali, tapi namanya sudah hobi akhirnya tidak menjadi ma­salah. Penting jika ingin membuka usa­ha itu berkaitan dengan hobi, jika tidak hobi pasti sudah diting­galkan begitu saja,” ungkap Alfi.